Martapura – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin melakukan audiensi sekaligus kunjungan silaturahmi ke Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan sebagai langkah awal menjalin kerja sama di bidang pembinaan kemandirian keluarga warga binaan. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan persiapan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kewirausahaan.
Rombongan STIMI Banjarmasin disambut langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan beserta jajaran di ruang pertemuan. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, dengan membahas berbagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan ruang lingkup kerja sama yang akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama, meliputi penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan, penguatan kapasitas pelaku UMKM, pendampingan pengembangan usaha, serta pembekalan manajemen bisnis bagi warga binaan. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan keluarga warga binaan yang memiliki keterampilan dan kesiapan untuk mandiri secara ekonomi sebelum keluarganya kembali ke tengah masyarakat.
Pihak STIMI Banjarmasin menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dosen dan tenaga ahli, STIMI siap memberikan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan yang aplikatif guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan kompetensi warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan di lingkungan lapas. Kehadiran akademisi diharapkan mampu memberikan wawasan baru sekaligus motivasi bagi warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bernilai ekonomi.
Selain membahas substansi Perjanjian Kerja Sama, audiensi juga menjadi momentum untuk menyelaraskan program, mekanisme pelaksanaan kegiatan, serta jadwal penandatanganan PKS yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kedua belah pihak sepakat membangun kerja sama yang berkelanjutan sehingga pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu menghasilkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pembinaan.
Melalui audiensi ini, STIMI Banjarmasin dan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat program pembinaan berbasis pemberdayaan ekonomi, mencetak warga binaan yang produktif, serta mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial melalui pengembangan UMKM dan kewirausahaan.